Senin, 02 Maret 2020

CERITA MANJA ANAK SMA


Di suatu siang yang panas sekali, aku menghapus peluh yang menetes hampir seperti hujan.Dengan sapu tangan coklat yang selalu kutaruh di saku celana sebelah kanan, setengah celingak-celinguk di depan papan pengumaman jadwal ujian, aku beranjak gontai melangkahkan kaki ke kantin fakultas ekonomi di belakang kampus.
Beberapa anak angkatan di bawahku tersenyum menyapa ke arahku sambil menundukkan kepala, aku kurang seberapa mengenal mereka, tapi kubalas senyuman itu dengan ramah sambil tetap menunjukkan kerepotanku membawa buku-buku akuntansi yang super duper berat itu.
Singkat cerita, setelah menenggak sebotol kecil sprite dingin dan membayarnya, aku kembali ke gedung ekonomi, menanti kuliah siang yang terasa lama, karena waktu itu masih jam 11 lebih, dan kampus sepi karena hari jum’at. Akupun memilih duduk di taman kampus dengan rindangya pohon-pohon hijau taman gedung ekonomi.
Sekitar 10 atau 15 menit melamun, sesosok gadis yang kukenal melangkah tergesa-gesa sambil membetulkan BH nya, dan tampak sama kerepotannya dengan aku, membawa setumpuk buku yang tampak tak seimbang dengan ukuran tangannya yang mungil. Gadis berkulit putih itu tampak mengenaliku, lalu setengah berlari menghampiriku sambil mengurai seulas senyuman manisnya. “Haiiiii”
Serunya. “Hai juga”, sahutku.. Dia langsung mengibaskan tangganya ke bangku tempat aku duduk, takut ada debu yang akan mengotori celana jeans ketatnya, seketat jeansnya itu membelit pantat cantiknya yang terbungkus CD berenda hitam kesukaanku, yang nampak samar tercetak padat pada lekukan antara paha, memek dan batas paha belakangnya, aku menelan ludah dan kontol ku mulai bergejolak.
Dia menunduk, tak sengaja memperlihatkan BH renda nya yang tampak menggantungan dada nya yang ber-cup B, lalu segera mengambil posisi memulai obrolan dengan segala keluh kesah kerepotannya di rumah mengerjakan tugas akuntansi manajemen, sampai ribetnya mengurusi manajemen pabrik pakaian milik bokapnya yang sedikit mengalami mis-manajemen.
Aku menanggapinya dengan senyum dan komentar-komentar singkat yang membangun, sampai tanpa sadar tangannya mendarat di tengah pahaku, tak sengaja menyenggol burungku yang lagi berdiri yang entah kenapa membuat aku tidak tahan dan ingin memasukan kontol ku kedalam lobang vagina nya yang sangat menawan itu.
Spontat dia nyeletuk bingung : “Eh, lho, kamu kok bangun ? sejak kapan ? hayoop… mikirin apaa?pasti yang jorok-jorok yaa ?, dan komentar itu semakin panjang sering makin merahnya mukaku, aku hanya bisa menunduk malu.
Tanpa bisa kutebak dia memberikan sebuah kejutan yang sangat-sangat membuat aku suprise setengah mati jantungan “Emmm, mau dibantuin nga ?”
Wow, pikirku, hemm, aku setengah binguhng juga, bagaimana kita bisa “gituan” di kampus? setengah sadar bibirku mengucap, “Wah, Intan… mau dimana nih ?”. kita ke lantai 3 aja yuk, kan masih sepi. Setengah ragu namun dikalahkan oleh nafsuku aku menurut saja dengan sarannya. Biar nggak bikin curiga OB nya kampys yang bagiannge-pel, Intan pun beranjak duluan ke lantaii 3 dan langsung menuju kamar mandi, lalu menguncinya dari dalam, selang 5 menit, aku menyusuk naik ke lantai 3 dan telah memastikan sama sekali tidak ada orang, aku menuju kamar mandi yang letaknya di pojok dan relatif terhalang pembatas ruangan, aku mengetuk pintu kamar mandi yang tertutup.
Cklik, terdengan slot dibuka, lalu aku mendorong pelan pintu itu sedikit, menyelinap, lalu cepat-cepat menutupnya seraya menghela nafas panjang karena deg-deg’an sekaligus capek merasakan terjalnya tangga gedung ekonomi, Intan tersenyum sambil langsung menarik pinggangku mendekat, sehingga bibirku yang setengah terburu-buru, dan langsung tanganku ter-alih membuka kancing kemeja Intan, dan menyelipkan tanganku ke sela-sela bh rendanya









0 komentar:

Posting Komentar